Behind The Scene

Awalnya, buku ini diciptakan untuk suvenir perkawinan gue ama cowok gue (baca: kalo jadi ya…) karena di dalamnya ada beberapa penggal kisah kita berdua, seperti proposal cinta itu (trust me it’s real…). Namun, berhubung gue sendiri muak untuk membaca novel-novel yang bercerita tentang cinta-cintaan (apalagi yang berakhir dengan happy ending hehehe) akhirnya fokus cerita tidak hanya di situ saja, melainkan ke masalah-masalah lain, seperti pandangan gue tentang Tuhan, agama, dan kehidupan sosial lainnya. Nggak terlalu frontal, sih (meskipun bisa) karena… tahu-lah… hehe… akhirnya gue bungkus dalam satu cerita. Sowieso, setelah selesai membuat cerita ini gue merasa lega banget karena apa yang ada di dalam pemikiran gue bisa terakomodasi hahaha…

Popularity: 5% [?]

No Comments

Novel Kafe

Novel ini menawarkan pemikiran atau pandangan pengarangnya tentang cinta, kehidupan sosial, agama, dan Tuhan. Tentu saja tidak terlalu frontal karena beberapa isu itu agak sensitif (atau dibuat sensitif?). Gaya penuturan ceritanya sangat ‘lempeng’ menceritakan detik demi detik yang terjadi dalam satu hari. Baca ya… terus kasih komentar… Thanx

“Aku ingat, cowok-cowok yang naksir dan berniat menjadikan aku pacar mereka dulu selalu kabur setelah berdiskusi denganku. Belum lagi waktu aku suruh mereka membuat proposal sebagai pernyataan cinta. Mereka bilang itu hal gila. Juan juga bilang begitu, sih. But this my world, my rule. I love being narcissist.” QUINCY, dia adalah seorang gadis yang unik dilihat dari sisi mana pun. Penampilanya, asal-usulnya, pandangan hidupnya. Novel ini berkisah tentang sehari di Kafe Kaktus milik Mumu, ibu Quincy, seorang single parent yang memilih untuk tidak menikah. Hanya dalam satu hari yang singkat, tetapi begitu banyak pelajaran kehidupan yang ia dapatkan. mengajak kita mengenalnya dari dekat dan tentu saja, melihat dunia melalui matanya.

→ continue reading

Popularity: 7% [?]

19 Comments