Hari Sabtu, 12 januari 2007 akhirnya saya dan teman-teman dari KGC  kesampean juga bisa mencicipi jalur sepeda di Bodogol yang terletak tidak jauh dari Lido , Sukabumi, Jawa Barat. Peserta kali ini tidak terlalu banyak , 6 orang saja (2 orang udah pernah). Sebulan yang lalu niat untuk menjajal jalur ini batal gara-gara hujan yang terus menerus mengguyur. Berdasar informasi, jalur ini sulit dilalui bila musim hujan tiba.

Ketika cuaca mulai cerah , kami langsung merencanakan offroad sabtu kemarin di Bodogol.

Ternyata, jalur ini lumayan menyenangkan , tanjakannya landai, downhillnya seru dan pemandangannya juga indah. Sayang, insiden kecil di warung indomie sedikit memberi kesan yang kurang menyenangkan.

lebih lengkapnya…..

pukul 8:49 , Start

Setelah menempuh perjalanan dengan kendaraan roda empat, sampailah kami di parkiran kawasan Resort Lido. Mobil diparkir di parkiran depan, tepat didepan pintu masuk Lido. Di lapangan parkir itu juga sepeda mulai dirakit kembali.

pukul 09:08 s/d 10:00, ConeBlock

ConeBlock? bener nggak nulisnya. Start pertama kami disuguhi jalur coneblock yang menanjak. Tanjakan di jalur ini menyenangkan… loh kok nanjak senang? (garuk-garuk kepala). kemiringan yang tidak terlalu curam di jalur ini membuat tanjakannya hampir tidak terasa, apalagi pemandangannya yang bisa dinikmati tidak membosankan. Janji-janji akan adanya warung indomie di bagian puncak perjalanan tampaknya lumayan membakar semangat. Eh kata si dodi juga ada KFC… Akhir dari jalur ini ditandai dengan persimpangan yang berada tepat dibawah sebuah BTS.

pukul 10:06 s/d 10:36, Tanah Pertama

Setelah mengambil jalur kekiri, perjalanan dilanjutkan di jalur tanah. Panas terik matahari sudah mulai menyengat. Pada jalur ini kami melewati beberapa tanjakan yang lumayan kemiringannya. Pemandangan yang indah membuat kami sering berhenti untuk berfoto-foto ria , sehingga tanpa terasa dalam setengah jam kami sudah mencapai mulut hutan yang rindang. Dalam perjalanan ini kami bertemu pasangan berbeda jenis kelamin berjalan kaki dengan membawa carrier yang lumayan besar. Tidak disangka pada pertemuan berikutnya pasangan tersebut memberi kesan tersendiri dalam offroad kali ini.

pukul 10:36 s/d 11:30, Hutan

Jalur hutan kali ini juga memiliki karakteristik yang sama dengan jalur sebelumnya, tanjakan. Beberapa kali kami menemui tanjakan yang lumayan terjal. Hutan yang teduh dan hawa yang lumayan dingin membuat perjalanan menanjak tidak begitu berat. Ketika salah seorang dari kami melihat gapura dan berteriak…”sampe nih….”, kami pun mulai membayangkan nikmatnya indomie dan teh panas.

Pukuk 11:40, Insiden Indomie!!

“Bu, indomienya 6 ya…”, begitulah kira2 permintaan salah seorang dari kami ke pemilik warung.

Selagi menunggu indomie yang baru dipesan, salah seorang lelaki (sepertinya pegawai warung), bertanya pada kami.

“Sudah daftar ke resort?” tanyanya.

Dengan muka bingung (pastinya) kami berusaha mencerna perkataan lelaki tadi.

“udah lapor tadi di pos bawah, lagi pula kita nggak nginap kok” kira2 begitu ujar dodi.

(Jujur saja saya sendiri masih dalam kedaan bingung…). Ditengah kebingungan tersebut tiba-tiba salah seorang (perempuan) dari pasangan yang temui diperjalanan tadi berujar….

“Maaf ya, sebenarnya kami dari kampus ui, warungnya sudah kami booking untuk acara kami, takutnya stocknya kurang” begitu kira2 ujarnya.

…note: sori gue nggak inget persis detail percakapannya soalnya gue udah cape banget…

“tapi kan kita udah mesen” kata salah seorang dari kami.

“Iya,tapi kan baru masak air bisa dibatalin, kalo mau air aja sih nggak apa-apa” balasnya.

GUBRAKK!!!!…….

Seketika saya jadi Bete…(saya yakin lainnya juga…., coba lihat tampangnya dodi di foto..wuehehe….). Antara kesal dan cape jadi satu….gila nih orang pelit amat, apa salahnya merelakan 6 indomie. Toh di rak kaca warung itu masih terlihat stock makanan yang sangat berlimaph. (indomie, sarden, kornet dll…).

Beberapa saat kemudian , dodi yang tampangnya udah bete banget mengajak kita turun.

“hutan kanopinya disebalh sana tuh… ” ujar mbak nining.

seketika fami menyahut, “laper-laper begini..??”

nggak begitu ingat kelanjutannya, yang jelas kami segera bersiap untuk turun (downhill).

Pukul 12:00 s/d 12:59, Turun yuukkkkk……

Akhirnya bagian yang paling ditunggu tunggu itu tiba. Turun…… Jalur turun dari puncak masih dalam areal hutan. Dinilah kami menghadapi jalur yang sangat gembur, bisa dipastikan kalo musim hujan jalur menurun ini sulit dilalui. Walaupun hari itu tidak hujan, beberapa kali kami melalui kubangan lumpur yang cukup dalam. Beberapa kali turunan yang kami lalui juga dibalas dengan tanjakan-tanjakan kecil. Kami juga berhenti untuk berfoto bersama. Hutannya juga memiliki pemandangan yang indah. Setelah keluar dari lebatnya hutan kami menemukan sesuatu yang menggembirakan. Warung Indomie!

Tanpa ragu kami memasang 6 mangkuk indomie telor dengan baso dan mengisi tangki minuman ……

Pukul 13:30(kira-kira) s/d 14:48, Jalur XC ke Golf

Sehabis beristirahat dan makan indomie perjalanan dilanjutkan melewati jalur Cross Counntry (XC – kampung) dengan mengambil cabang ke kanan. teriknya matahari benar-benar menguras tenaga.

Pukul 14-48 s/d 15:30, Nyasar tapi sampe.

Berhubung belum ada yang pernah melalui jalur ini (mbak nining sepertinya lupa hehe), kami mengandalkan GPS garmin sebagai panduan. Setelah melewati fasilitas Badan narkotika Nasional (BNN) , berikutnya kami gagal melewati danau lido (perahunya nggak ada). terpaksa kami harus nanjak lagi muterin lapangan golf untuk sampe di parkiran.

…..

Treknya sih asik…sayang ada gerombolan/oknum yang pelitnya minta ampun…huuuuuuuu….

(note:kata mbak nining yang lulusan ui juga….”eh….tapi mereka dari jurusan mana dulu….??”. ) :)

Similar Posts: