Jun 28th, 2006 | Marriage, Personal, Travel | 2 Comments
Satu cara menuju kematian yang paling nggak gue (Happy) sukai adalah mati tenggelam. Amit-amit… amit-amit…. Emang, sih, nggak ada yang bisa milih mau mati apa dan kapan. Tapi kalau boleh milih, sih, ya nggak di tengah air yang dalam. Pasalnya, gue nggak bisa berenang, jek. Dan nggak elit aja kayaknya kalau mayat ditemukan dalam keadaan menggelembung karena kandungan air di dalam tubuh berlebih… hehehehe… nggak cantik, ah… waktu hidup gue langsing, matinya jadi gendut.
Waktu pengambilan gambar untuk foto pre-wedding bersama puluhan teman dari fotografer.net di Kepulauan Seribu, mati tenggelam hampir saja terjadi pada kami.
→ continue reading
Popularity: 5% [?]
2 Comments
Mar 28th, 2006 | Books, Personal | No Comments
Awalnya, buku ini diciptakan untuk suvenir perkawinan gue ama cowok gue (baca: kalo jadi ya…) karena di dalamnya ada beberapa penggal kisah kita berdua, seperti proposal cinta itu (trust me it’s real…). Namun, berhubung gue sendiri muak untuk membaca novel-novel yang bercerita tentang cinta-cintaan (apalagi yang berakhir dengan happy ending hehehe) akhirnya fokus cerita tidak hanya di situ saja, melainkan ke masalah-masalah lain, seperti pandangan gue tentang Tuhan, agama, dan kehidupan sosial lainnya. Nggak terlalu frontal, sih (meskipun bisa) karena… tahu-lah… hehe… akhirnya gue bungkus dalam satu cerita. Sowieso, setelah selesai membuat cerita ini gue merasa lega banget karena apa yang ada di dalam pemikiran gue bisa terakomodasi hahaha…
Popularity: 5% [?]
No Comments
Mar 28th, 2006 | Books, Personal | 19 Comments
Novel ini menawarkan pemikiran atau pandangan pengarangnya tentang cinta, kehidupan sosial, agama, dan Tuhan. Tentu saja tidak terlalu frontal karena beberapa isu itu agak sensitif (atau dibuat sensitif?). Gaya penuturan ceritanya sangat ‘lempeng’ menceritakan detik demi detik yang terjadi dalam satu hari. Baca ya… terus kasih komentar… Thanx
“Aku ingat, cowok-cowok yang naksir dan berniat menjadikan aku pacar mereka dulu selalu kabur setelah berdiskusi denganku. Belum lagi waktu aku suruh mereka membuat proposal sebagai pernyataan cinta. Mereka bilang itu hal gila. Juan juga bilang begitu, sih. But this my world, my rule. I love being narcissist.” QUINCY, dia adalah seorang gadis yang unik dilihat dari sisi mana pun. Penampilanya, asal-usulnya, pandangan hidupnya. Novel ini berkisah tentang sehari di Kafe Kaktus milik Mumu, ibu Quincy, seorang single parent yang memilih untuk tidak menikah. Hanya dalam satu hari yang singkat, tetapi begitu banyak pelajaran kehidupan yang ia dapatkan. mengajak kita mengenalnya dari dekat dan tentu saja, melihat dunia melalui matanya.
→ continue reading
Popularity: 7% [?]
19 Comments
Jan 28th, 2006 | English, Personal, Poet | No Comments
ReWritten By: Happyninatyas
OCT 5
Today my life began.
My parents do not know it yet.
I am as small as a seed of an apple,but it is I already.
And I am to be a girl.
I shall have blond hair and blue eyes.
Just about everything is settled though, even the fact that I shall love flowers.
OCT 19
Some say that I am not a real person yet, that only my mother exists.
But I am a real person, just as a small crumb of bread is yet truly bread.
My mother is and I am.
→ continue reading
Popularity: 4% [?]
No Comments
Jan 28th, 2006 | English, Personal, Poet | No Comments
ReWritten By: Happyninatyas
Men:
Hello my treasure, I love you
You are the one and only for me
The other girls are silly
That’s why I’ve chosen you
You are so diffrent, quite special
I get such diffrences always first
Now, undress yourself and lay down
Because I feel so in love with you
→ continue reading
Popularity: 4% [?]
No Comments